Dugaan Pengawalan Oknum TNI di Balik Truk Minyak Ilegal, WN–AR Disorot dan Diminta Diperiksa


MUBA, SUMSEL — Dugaan peredaran minyak hasil penyulingan ilegal kembali mencuat di Kabupaten Musi Banyuasin. Kali ini, bukan hanya soal minyak yang menjadi sorotan, tetapi juga dugaan pengawalan oleh oknum yang disebut anggota TNI serta dugaan kekerasan terhadap jurnalis saat melakukan konfirmasi.

Peristiwa tersebut disebut terjadi Senin (18/8/2026) sekitar pukul 01.40 WIB di ruas Jalan Sekayu–Pendopo. Tim gabungan media dan organisasi kemasyarakatan mendapati sebuah truk warna kuning yang diduga membawa minyak hasil refinery tradisional. Kendaraan tersebut diduga dikawal Toyota Innova.

Dua pria yang disebut berinisial Wansa dan AR diduga berada di kendaraan pengawal dan disebut-sebut sebagai anggota TNI AD. Namun, identitas serta status kedinasan keduanya masih harus diverifikasi secara resmi oleh institusi terkait.

Situasi disebut memanas ketika tim hendak melakukan konfirmasi kepada sopir truk. Menurut keterangan tim di lapangan, salah seorang pria yang disebut sebagai oknum TNI diduga mencaci, mengejar, dan melakukan tindakan kekerasan terhadap jurnalis. Bahkan, disebut terjadi dugaan pencekikan yang kemudian memicu cekcok dan perkelahian.

Jika dugaan tersebut benar, persoalannya bukan lagi sekadar aktivitas minyak yang diduga ilegal. Ada dugaan kekerasan terhadap jurnalis dan dugaan keterlibatan aparat yang wajib diusut secara serius.

SIAPA YANG MENGAWAL? UNTUK KEPENTINGAN SIAPA?

Pertanyaan publik kini semakin tajam. Jika truk tersebut benar membawa minyak hasil penyulingan ilegal, mengapa kendaraan itu diduga mendapat pengawalan? Siapa yang meminta pengawalan dan untuk kepentingan siapa?

Jika benar kedua orang tersebut merupakan anggota TNI, aparat terkait harus memastikan apakah tindakan itu merupakan tugas resmi atau diduga dilakukan secara pribadi.

Informasi dari lapangan menyebut kendaraan tersebut diduga berasal dari kawasan Desa Keban I, Kecamatan Sanga Desa, dan diduga berkaitan dengan seseorang berinisial Jumer, warga Desa tebing bulang kecamatan Sungai keruh Namun, informasi mengenai kepemilikan minyak maupun kendaraan tersebut masih sebatas dugaan dan wajib dibuktikan melalui penyelidikan.

Ketua DPC Ormas Cakar Sriwijaya Muba, Rizki Singgih, mendesak aparat penegak hukum dan Polisi Militer segera turun tangan.

“Kami meminta dugaan ini jangan dianggap sepele. Jika benar ada oknum aparat yang terlibat dalam pengawalan minyak ilegal maupun dugaan kekerasan terhadap jurnalis, harus diperiksa secara profesional dan transparan. Kalau terbukti melanggar, proses sesuai aturan tanpa pandang bulu,” tegas Rizki.

Rizki juga mendesak Polres Muba, Polda Sumsel dan Mabes Polri mengusut dugaan jaringan minyak tersebut, termasuk pihak yang diduga berada di balik kepemilikan dan distribusinya.

Jangan sampai hanya sopir dan pekerja lapangan yang menjadi sasaran penindakan, sementara pihak yang diduga mengendalikan rantai distribusi justru aman di belakang layar.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi belum memperoleh klarifikasi resmi dari Kodam II/Sriwijaya maupun pihak yang disebut berinisial Wansa, AR dan Jumer.

Seluruh informasi dalam pemberitaan ini merupakan dugaan berdasarkan keterangan tim di lapangan dan masih memerlukan verifikasi serta pembuktian resmi. Redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak yang disebut untuk menyampaikan bantahan, hak jawab, maupun klarifikasi. (Red) 

Posting Komentar untuk "Dugaan Pengawalan Oknum TNI di Balik Truk Minyak Ilegal, WN–AR Disorot dan Diminta Diperiksa"